FREIGHT FORWARDING, LAYANAN PENGURUSAN DOKUMEN DAN TRANSPORTASI EKSPOR IMPOR

 


Dalam kegiatan ekspor impor atau perdagangan luar negeri, ada satu hal penting yang tak pernah ditinggalkan. Hal itu merupakan jasa transportasi barang. Dalam perdagangan luar negeri, ini akan terjadi perpindahan produk dari satu negara ke negara lainnya. Dalam hal inilah, jasa dari freight forwarder menjadi sebuah hal yang penting. Langsung, apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan freight forwarder? Bagaimana pula sejarah pembentukan dan pengertian freight forwarder? Berikut ini akan kit aulas mengenai hal itu dan juga ruang lingkupnya.

1. Pengertian freight forwarder
Secara khusus, memang tak ada definisi yang dapat dikatakan tepat secara internasional mengenai pengertian freight forwarder. Bahkan, penyebutan inipun di luar negeri juga berbeda-beda, tergantung pada pemilik freight forwarder dalam mengoptimalkan usahanya.
Beberapa ada yang menyebutnya sebagai customs brokerage, customs house agent, shipping agent dan juga forwarder agent. Meskipun Namanya berbeda, tapi pada dasarnya kegiatan utama mereka tetap sama.
Bila diteliti lebih jauh berdasarkan diksi artikulasinya, maka freight forwarder ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai perusahaan jasa pengurusan dokumen dan transportasi yang mengatasnamakan shipper/consignee dan menjalankan kesibukan rutinnya mencakup stuffing/unstuffing cargo, penyimpanan atau pergudangan, memegang local transport, sampai menjalankan pembayaran ocean freight.
Pada intinya, peran utama dari freight forwarder ini yakni sebagai mediator antara pihaj shipper dan consignee dengan pihak shipping dan airliner, yang secara khusus pada kegiatan perdagangan internasional.

2. Sejarah freight forwarder di Indonesia
Seandainya hendak melihat sejarah freight forwarder yang berkembang di Indonesia, bisa kita tengok hingga ke masa tahun 1970-an. Aktivitas usaha freight forwarder ini secara tak legal dikenal telah beroperasi di Indonesia semenjak tahun 1977.
Kemudian, barulah pada 16 Juli 1980 aktivitas ini menerima izin operasi. Pada mulanya, ada 15 perusahaan freight forwarder Indonesia yang mendapatkan izin. Ke-15 perusahaan ini mendapat izin sekaligus bimbingan dan nasihat dari Departemen Perdagangan dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri.
Semenjak dikala itu. Aktivitas usaha freight forwarder di Indonesia berkembang besar. Hal ini ditandai dengan berdirinya INFA(Indonesian National Freight Forwarder Association). INFA yang pada ketika itu beranggotakan 60 perusahaan, juga secara legal mendapatkan pengakuan dari pemerintah Indonesia.

3. Ruang lingkup freight forwarder
Pada dasarnya, shipper maupun consignee bisa mengerjakan sendiri pengerjaan pengurusan dokumen pengapalannya. Melainkan, umumnya aktivitas ini konsisten diambil alih oleh pihak freight forwarder yang bertingkah atas nama shipper atau consignee hal yang demikian.
Freight forwarder akan mewakili dalam pengerjaan shipment cargo via tingkatan yang berbeda. Untuk itu, ruang lingkup freight forwarder bisa dibagi ke 2 komponen, merupakan atas nama shipper atau eksportir, dan atas nama consignee atau importir.

1. Atas nama shipper atau eksportir
Freight forwarder akan melaksanakan kesibukan pantas dengan shipping instruction yang diterimanya. Seumpama:

• Memilih rute(trade lane), mode angkutan, dan liner yang tepat.
• Mempelajari persyaratan dan ketetapan dari L/C(Letter of Credit), kalau shipper menggunakan L/C dan juga tata tertib dari pemerintah, bagus hukum yang ada di negara shipper maupun negara consignee.
• Menjalankan pengemasan kargo, selain sekiranya sudah dipacking oleh shipper sendiri, dan disesuaikan dengan syarat dan keadaan, serta rute dan tujuan kargo.
• Mengatur pergudangan untuk kargo sebelum stuffing, seandainya dibutuhkan saja.
• Memberikan advise pada pihak shipper mengenai pentingnya asuransi kerugian dan syarat serta ketentuan yang berlaku, serta mengurusnya jikalau diminta.
• Mengorder ruang kapal(booking space).
• Mendapatkan kargo dan menerbitkan dokumen yang dipinta oleh shipper, contohnya sertifikat transport forwarder.
• Mengangkut muatan ke port, mengurus customs clearance, memproses dokumen dan menyerahkannya ke liner.
• Membayar tarif-tarif yang muncul termasuk untuk ocean freight.
• Mengurus B/L(Bill of Landing) yang ditandatangin oleh liner dan menyerakannya pada shipper.
• Memonitor kargo sampai tiba di daerah dengan menghubungi liner atau agent di negara consignee.

2. Atas nama consignee atau importir
Forwarder akan melaksanakan sebagian kegiatan layak pekerjaan yang dikasih oleh consignee, meliputi:

• Mendapatkan dan memeriksa dokumen, termasuk packing list dan invoice, dan dokumen lain yang terkait dengan kargo.
• Memonitor perjalanan kargo atas nama consignee, sekiranya freight dikontrol oleh pihak consignee.
• Menerima penyerahan kargo dari liner dan kalau diperlukan, membayar ocean freight sekalian.
• Mengendalikan proses customs clearance dan apabila dibutuhkan membayar juga bea masuknya.
• Menyerahkan kargo pada pihak consignee.

Baca Artikel Terkait Tentang Freight Forwarding and Logistic Services Jakarta

FREIGHT FORWARDING, JASA PENGURUSAN FILE DAN TRANSPORTASI EKSPOR IMPOR

 


Dalam kesibukan ekspor impor atau perdagangan luar negeri, ada satu hal penting yang tak pernah ditinggalkan. Hal itu ialah jasa transportasi barang. Dalam perdagangan luar negeri, ini akan terjadi perpindahan produk dari satu negara ke negara lainnya. Dalam hal inilah, jasa dari freight forwarder menjadi sebuah hal yang penting. Segera, apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan freight forwarder? Bagaimana pula sejarah pembentukan dan pengertian freight forwarder? Berikut ini akan kit aulas mengenai hal itu dan juga ruang lingkupnya.

1. Pengertian freight forwarder
Secara khusus, memang tidak ada definisi yang dapat dikatakan ideal secara internasional mengenai pengertian freight forwarder. Malah, penyebutan inipun di luar negeri juga berbeda-beda, tergantung pada pemilik freight forwarder dalam mengembangkan usahanya.
Beberapa ada yang menyebutnya sebagai customs brokerage, customs house agent, shipping agent dan juga forwarder agent. Sedangkan Namanya berbeda, melainkan pada dasarnya aktivitas utama mereka konsisten sama.
Jika diteliti lebih jauh berdasarkan diksi artikulasinya, karenanya freight forwarder ini secara simpel bisa dikatakan sebagai perusahaan jasa pengurusan dokumen dan transportasi yang mengatasnamakan shipper/consignee dan melaksanakan kesibukan rutinnya mencakup stuffing/unstuffing cargo, penyimpanan atau pergudangan, memegang local transport, hingga melaksanakan pembayaran ocean freight.
Pada intinya, peran utama dari freight forwarder ini yakni sebagai mediator antara pihaj shipper dan consignee dengan pihak shipping dan airliner, yang secara khusus pada kegiatan perdagangan internasional.

2. Sejarah freight forwarder di Indonesia
Seandainya hendak memperhatikan sejarah freight forwarder yang berkembang di Indonesia, bisa kita tengok hingga ke masa tahun 1970-an. Aktivitas usaha freight forwarder ini secara tak resmi dikenal telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1977.
Kemudian, barulah pada 16 Juli 1980 kegiatan ini mendapatkan izin operasi. Pada awalnya, ada 15 perusahaan freight forwarder Indonesia yang mendapat izin. Ke-15 perusahaan ini memperoleh izin sekalian nasehat dan tuntunan dari Departemen Perdagangan dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri.
Sejak ketika itu. Kesibukan usaha freight forwarder di Indonesia berkembang besar. Hal ini ditandai dengan berdirinya INFA(Indonesian National Freight Forwarder Association). INFA yang pada saat itu beranggotakan 60 perusahaan, juga secara sah memperoleh pengakuan dari pemerintah Indonesia.

3. Ruang lingkup freight forwarder
Pada dasarnya, shipper maupun consignee dapat menjalankan sendiri pengerjaan pengurusan dokumen pengapalannya. Tetapi, lazimnya kesibukan ini konsisten diambil alih oleh pihak freight forwarder yang berbuat atas nama shipper atau consignee hal yang demikian.
Freight forwarder akan mewakili dalam pengerjaan shipment cargo via tingkatan yang berbeda. Untuk itu, ruang lingkup freight forwarder bisa dibagi ke 2 komponen, ialah atas nama shipper atau eksportir, dan atas nama consignee atau importir.

1. Atas nama shipper atau eksportir
Freight forwarder akan menjalankan kesibukan sesuai dengan shipping instruction yang diterimanya. Misalnya:

• Memilih rute(trade lane), mode angkutan, dan liner yang tepat.
• Mempelajari persyaratan dan ketentuan dari L/C(Letter of Credit), bila shipper mengaplikasikan L/C dan juga peraturan dari pemerintah, baik regulasi yang ada di negara shipper ataupun negara consignee.
• Mengerjakan pengemasan kargo, kecuali jikalau sudah dipacking oleh shipper sendiri, dan disesuaikan dengan prasyarat dan situasi, serta rute dan tujuan kargo.
• Mengontrol pergudangan untuk kargo sebelum stuffing, kalau diperlukan saja.
• Memberikan advise pada pihak shipper mengenai pentingnya asuransi kerugian dan prasyarat serta ketetapan yang berlaku, serta mengurusnya sekiranya dipinta.
• Memesan ruang kapal(booking space).
• Menerima kargo dan menerbitkan dokumen yang diminta oleh shipper, seumpama akta transport forwarder.
• Mengangkut bobot ke port, mengurus customs clearance, memproses dokumen dan menyerahkannya ke liner.
• Membayar biaya-biaya yang timbul termasuk untuk ocean freight.
• Mengurus B/L(Bill of Landing) yang ditandatangin oleh liner dan menyerakannya pada shipper.
• Memonitor kargo hingga tiba di tempat dengan menghubungi liner atau agent di negara consignee.

2. Atas nama consignee atau importir
Forwarder akan mengerjakan beberapa aktivitas sesuai profesi yang diberikan oleh consignee, mencakup:

• Menerima dan memeriksa dokumen, termasuk packing list dan invoice, dan dokumen lain yang berkaitan dengan kargo.
• Memonitor perjalanan kargo atas nama consignee, bila freight diatur oleh pihak consignee.
• Mendapatkan penyerahan kargo dari liner dan seandainya dibutuhkan, membayar ocean freight sekaligus.
• Mengatur pengerjaan customs clearance dan seandainya diperlukan membayar juga bea masuknya.
• Menyerahkan kargo pada pihak consignee.

Baca Artikel Terkait Tentang Jasa Freight Forwarding Jakarta

APAKAH YANG DAPAT DIKERJAKAN FREIGHT FORWARDER, APA KALIAN MEMERLUKAN SERVICE MEREKA?

”freight-forwarding-jakarta”
Mengekspor dan mengimpor yakni bagian kunci untuk banyak usaha yang menguntungkan. shipping barang internasional bisa menghadirkan peluang bisnis yang baik untuk Kamu, melainkan mungkin juga kelihatan menyeramkan.
Progres, dokumen, dan regulasi yang terlibat dalam perdagangan internasional tampaknya mengintimidasi. Tetapi, Anda bisa menjadi pengirim internasional yang berhasil tanpa terjebak dalam logistik.
Itulah yang diperlukan oleh freight forwarder.
Blog ini meliputi dasar-dasar tentang apa itu freight forwarder, apa yang dikerjakan oleh freight forwarder, mengapa Kamu sepatutnya menggunakan freight forwarder, dan bagaimana menemukan pengirim barang untuk mereka yang beratensi dengan pengiriman internasional, bagus mengekspor.
Berikut adalah pertanyaan yang paling kerap kali diajukan tentang shipping barang dan jawaban mereka:
APA YANG DISEBUT DENGAN FREIGHT FORWARDER?
BusinessDictionary.com mendefinisikan freight forwarder sebagai berikut:
Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam mengontrol penyimpanan dan pengiriman barang dagangan atas nama pengirimnya. Lazimnya menyediakan berjenis-jenis layanan termasuk: pelacakan transportasi darat, persiapan dokumen pengiriman dan ekspor, pergudangan, pengorderan ruang kargo, perundingan biaya pengiriman barang, konsolidasi barang, asuransi kargo, dan pengarsipan klaim asuransi. Pengirim barang umumnya kapal dengan bill of lading atau waybill udara sendiri (disebut bill of lading atau waybill udara rumah) dan agen atau rekan mereka di tempat tujuan (forwarder kargo luar negeri) menyediakan layanan pengiriman dokumen, dekonsolidasi, dan pengangkutan barang. Disebut juga forwarder.
Definisi itu sedikit bertele-tele dan terdengar kompleks, jadi ayo kita lakukan definisi dasar seperti berikut:
Pengirim barang ialah perusahaan yang memegang impor dan pengekspor barang Anda.
Jadi, apakah hakekatnya yang dimaksud dengan dengan freight forwarder?
APAKAH FREIGHT FORWARDER SEBENARNYA?
Ada banyak hal yang mengatur pengiriman internasional Anda. Sementara pengirim barang menangani mendetail pengiriman internasional Anda, penting untuk mengetahui apa yang tidak dilakukan pengirim barang untuk memahami apa yang sebenarnya dikerjakan pengirim barang.
Shipping barang tidak benar-benar memindahkan barang Anda sendiri.
Pengirim barang bertindak menjadi perantara antara pengirim barang dan berjenis-jenis layanan transportasi seperti pengiriman samudera pada kapal kargo, truk, shipping barang dengan pengiriman udara, dan barang bergerak dengan kereta api.
Layanan pengiriman barang menerapkan hubungan yang terjalin dengan operator, dari perusahaan angkutan udara dan perusahaan angkutan truk, ke tempat angkut barang dan kapal barang laut, untuk mendiplomasi harga terbaik untuk memindahkan barang pengirim di sepanjang rute yang paling ekonomis dengan membikin beraneka tawaran dan memilih Yang terbaik menyeimbangkan kecepatan, tarif, dan kehandalan.
Pengirim barang menangani logistik pengiriman barang yang cukup besar dari satu tujuan internasional ke tujuan lain, tugas yang seharusnya menjadi bobot berat bagi klien mereka.
Export.gov mengatakannya seperti ini:
Untuk menutupi syarat dokumentasi dan pengiriman ekspor, banyak eksportir mengaplikasikan shipping barang untuk berbuat sebagai agen pengiriman klien. Forwarder memberi saran dan membantu klien perihal cara pindah barang dengan sangat efisien dari satu daerah tujuan ke tujuan yang lain. Pengetahuan yang luas tentang syarat dokumentasi, tata tertib, biaya transportasi dan praktik perbankan bisa memudahkan cara kerja pengekspor bagi sejumlah perusahaan.
Itu membawa kita ke pertanyaan selanjutnya.
APA ALASAN SAYA MENGGUNAKAN FREIGHT FORWARDER?
Layanan shipping barang yang bagus dapat menghemat waktu Anda yang tidak terhitung dan sakit kepala potensial sambil menyediakan transportasi produk yang andal dengan harga yang bersaing.
Pengirim barang adalah aset bagi hampir seluruh perusahaan yang berurusan dengan barang-barang transportasi internasional, dan sangat menolong jika sumber energi in-house tak berpengalaman dalam prosedur pengiriman internasional.
Ada banyak profit menggunakan freight forwarder. Berikut ialah beberapa daftar:
• Freight Forwarder menangani layanan tambahan yang ialah bagian dari bisnis pelayaran internasional
Asuransi
Dokumentasi Pabean
dan sebagainya ...
• Pengirim Barang memberikan konsolidator dan juga pengirim barang individual:
Dokumentasi Carrier Common Non-Vessel Operating
Bills of Lading
Pergudangan
Pengevaluasian dan Manajemen Resiko
Metode Pembayaran Internasional
dll ...
• Freight Forwarder berkeras mengerjakan komunikasi pribadi dan layanan pelanggan yang hebat.
Sekali lagi, Export.gov menempatkannya dengan tepat:
Entah perusahaan itu kecil atau besar, bobot kargo yang berat atau ringan, freight forwarder akan mengurus kargo dari "dock to door" jikalau dipinta untuk freight forwarding and logistic services jakarta melaksanakannya. Ini bisa termasuk pengarsipan dokumentasi ekspor yang benar, segala pembatasan dengan keperluan carrier, packing, crating dan storage. Jadi, eksportir rendah dan menengah tidak perlu berurusan dengan banyak rincian yang terkait dengan logistik mengekspor barang mereka. Selain itu, freight forwarder biasanya mengenakan tarif simpel untuk layanan mereka dan memiliki jalan masuk ke shipping

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15